Nama: I Gusti Ayu Nyoman Sumartini

No. Absen: 23

Kesimpulan yang dapat saya tarik dari materi Kesiapsiagaan Bela Negara ini adalah: Kesiapsiagaan bela negara merupakan aktualisasi nilai-nilai bela negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sesuai peran dan profesi warga negara, demi menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan segenap bangsa dari segala bentuk ancaman yang pada hakikatnya mendasari proses nation and character building. Proses nation and character building tersebut didasari oleh sejarah perjuangan bangsa, sadar akan ancaman bahaya nasional yang tinggi serta memiliki semangat cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, yakin Pancasila sebagai idiologi negara, kerelaan berkorban demi bangsa dan Negara.

Kesiapsiagaan Bela Negara merupakan kondisi Warga Negara yang secara fisik memiliki kondisi kesehatan, keterampilan dan jasmani yang prima serta secara kondisi psikis yang memiliki kecerdasan intelektual, dan spiritual yang baik, senantiasa memelihara jiwa dan raganya memiliki sifat-sifat disiplin, ulet, kerja keras dan tahan uji, merupakan sikap mental dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD NRI 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.  

Selama ini penerapan Kesiapsiagaan Bela Negara yang dapat saya amati adalah:

1.      Cinta Tanah Air (Mencintai, menjaga dan melestarikan Lingkungan hidup)

Diterapkan dengan: Setiap hari jumat kepala puskemas bersama staf melakukan kegiatan kerja bakti di lingkungan Puskemas, melakukan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN ) bersama para staf di lingkungan Puskemas, tidak merusak sarana dan prasana yang ada di ruangan dan lingkungan Puskemas, Melakukan penanganan awal bencana alam dengan latihan BPBD, Memilah sampah dengan kerjasama pihak ketiga (MOU) dan Menyiapkan tempat sampah berisikan label.

2.    Sadar Berbangsa Dan Bernegara (Menghargai dan menghormati keanekaragaman suku, agama, ras dan antar golongan)

Diterapkan dengan: Tidak membedakan sikap dan prilaku dengan teman sejawat yang beda agama saat melakukan pekerjaan di Puskemas, Tidak mengganggu teman sejawat saat melakukan ritual doa di sela-sela pekerjaan, Toleransi dengan teman sejawat saat meninggalkan pekerjaan karena ada upacara agama, Tidak memaksakan teman sejawat yang berbeda agama untuk mencicipi makanan yang kita bawa.

3.    Setia Kepada Pancasila (Meyakini Pancasila sebagai dasar negara serta Menjadikan Pancasila sebagai pemersatu bangsa dan Negara)

Diterapkan dengan: Memasang foto Pancasila di ruang pertemuan Puskesmas, Mengikuti kegiatan apel rutin sebelum memulai bekerja di halaman Puskemas, Menerima keputusan kepala puskemas atas kesepakatan bersama saat rapat rutin, Mengutamakan pekerjaan puskemas dengan tidak membawa pekerjaan pribadi ke Puskemas, Membayar iuran suka duka tepat waktu yang telah disepakati di Puskemas

4. Rela berkorban untuk bangsa

Diterapkan dengan: Memberikan pendapat saat rapat lokakarya mini atau pemilihan panitia dalam acara puskesmas, Ikut serta dalam pemberantasan sarang nyamuk yang dilaksanakan oleh puskesmas di lingkungan warga, rela menyumbangkan materi dan tenaga untuk korban bencana alam, dan donor darah

5. Memiliki kemampuan awal bela Negara

Diterapkan dengan: Melakukan olahraga senam jasmani tiap sabtu dengan protokol kesehatan, Ikut serta dalam penanganan pandemi dengan vaksinasi secara lengkap, Rutin dalam upaya kesehatan mental yaitu dengan menyayangi  dan menghargai diri sendiri serta mengelola stress dengan baik

6.  Semangat mewujudkan negara yang berdaulat adil dan makmur

Diterapkan dengan: Melakukan aksi nyata tanpa KKN di tempat kerja, contoh nyata misalkan dengan menggunakan bahan medis habis pakai sesuai dengan kebutuhan pasien, Tidak menyalip antrian pasien saat akan berobat ke puskesmas hanya karena petugas kesehatan adalah keluarga


Ø Pembahasan dari topik kesiapsiagaan ini sudah cukup jelas dan dapat dipahami.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

I Gusti Ayu Nyoman Sumartini