Nama Mata Pelatihan   : Komitmen Mutu
Nama Peserta            : I Gusti Ayu Nyoman Sumartini , A.Md.Keb
Nomor Daftar Hadir : 23



KESIMPULAN KOMITMEN MUTU

Komitmen mutu adalah janji pada diri kita sendiri atau pada orang lain yang tercermin dalam tindakan kita untuk menjaga mutu kinerja pegawai. Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan berorientasi pada kualitas hasil, dipersepsikan oleh individu terhadap produk/jasa berupa ukran baik/buruk. Bidang apapun yang menjadi tanggungjawab pegawai negeri sipil semua mesti dilaksanakan secara optimal agar dapat memberi kepuasan kepada stakeholder.

Pelayanan publik yang bermutu memainkan peran yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan dan masyarakat yang lebih sejahtera, adil, dan inklusif (dapat dijangkau semua orang). Salah satu tantangan dalam menciptakan pelayanan publik yang bermutu adalah menentukan kelompok sasaran dari layanan publik itu sendiri.

Proses implementasi manajemen mutu diawali dengan menganalisis masalah yang telah diidentifikasi, kemudian menyusun rencana mutu, melaksanakan pekerjaan berbasis rencana mutu, mengawal pelaksanaan, mengawasi ketercapaiannya, dan merancang upaya peningkatannya agar dapat membangun kredibilitas lembaga pemerintahan.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk senantiasa memperbaiki mutu layanan dari pegawai ASN kepada publik. Tanggung jawab mutu ada pada setiap level organisasi. Pada level puncak bertanggung jawa atas mutu layanan institusi secara keseluruhan untuk membangun citra kelembagaan dan keunggulan bersaing. Pada level strategic business unit level tanggung jawab mutu berkaitan dengan penetapan diverisifikasi mutu pada setiap unit kerja sesuai dengan target masing-masing. Pada level fungsional bertanggungjawab atas mutu hasil setiap layanan yang diberikan di unit-unit pendukung. Sedangkan pada level unit dasar tanggung jawab mutu berkaitan dengan aktivitas/rencana aksi yang dilaksanakan di masing-masing unit kerja.

Faktor-faktor yang bisa menjadi pendorong sekaligus menghambat upaya untuk meningkatkan kinerja aparatur yang kreatif, inovatif, dan komitmen terhadap mutu, antara lain: perubahan pola pikir (mindset) aparatur, pergeserran budaya kerja, perbaikan tata kelola pemerintahan (good corporate governance).

Konsep Efektifitas, Efisiensi, Inovasi dan Orientasi Mutu

Efektivitas menunjukkan tingkat ketercapaian target yang telah direncanakan, baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja.

Efisiensi merupakan tingkat ketepatan realisasi penggunaan sumber daya dan bagaimana pekerjaan dilaksanakan, sehingga tidak terjadi pemborosan sumber daya, penyalahgunaan alokasi, penyalahgunaan prosedur dan mekanisme yang keluar alur.

Karakteristik ideal dari efektif dan efisien antara lain: penghematan, ketercapaian target secara tepat sesuai dengan yang direncanakan, pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat serta terciptanya kepuasan semua pihak

Karakteristik ideal dari tindakan yang berorientasi mutu dalam penyelenggaraan pemerintah dan pelayanan public antara lain diarahkan untuk meningkatkan kepuasan masyarakat sebagai pelanggan

Implementasi pendekatan inovatif dalam penyelenggaraan layanan pemerintahan merupakan sebuah keniscayaan khususnya dalam rangka meningkatkan kepuasan publik atas layanan aparatur.

Nilai-nilai dasar Komitmen Mutu

Orientasi mutu, berkomitmen untuk senantiasa melakukan pekerjaan dengan arah dan tujuan untuk kualitas pelayanan

Efektif adalah berhasil guna, menunjukkan tingkat ketercapaian target yang telah direncanakan, baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja.

Efisien adalah berdaya guna, dapat menjalankan tugas dan mencapai hasil tanpa pemborosan sumber daya dan hemat waktu

Inovatif adalah suatu yang baru sebagai perwujudan ide kreatifitas untuk meningkatkan mutu pelayanan

Adapun Cara Puskesmas I Negara Untuk Meningkatkan Mutu, Yakni:

1.   Mengembangkan keterampilan dan profesionalisme tenaga Kesehatan, dengan memberikan ijin belajar bagi staf Puskesmas guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya.

2.   Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pelayanan Kesehatan, dengan melakukan pengecekan berkala pada alat puskesmas dan segera mengganti bila ada sarana pemeriksaan, seperti alat tensi yang rusak

3.   Meningkatkan kualitas manajemen pelayanan Kesehatan, dengan melakukan pertemuan Loka Karya Mini Setiap Bulannya Untuk Mengevaluasi Kinerja Puskesmas.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

I Gusti Ayu Nyoman Sumartini